Sabtu, 16 Desember 2017    
Home
Sejarah
Pendiri
Pos
Paduan Suara
Artikel
Tahukah Anda
Majelis, HT & BP
Kotbah Arsip
Warta
Hub Kami


Mau Register?
Lupa Password?

[ Sejarah ]

Sebelum Perang Dunia ke II, Alm. Pdt. Timothy Dzao Zse Kwang berbeban untuk bekerja di Indonesia. Maka pada tanggal 4 September 1941, beberapa saudara yang mengasihi Tuhan, antara lain Alm. Ny. Khouw Swan Nio, Alm. Ny. Khouw Hong Nio, Alm. Ny. Liem A Ten dan Alm. Ny. Tjoa Kim Djoan mempersembahkan sebuah rumah di Jl. Drossaersweg No. 185, Batavia yang sekarang dikenal dengan nama Jl. Tamansari 79 Jakarta Barat, untuk digunakan bagi pekerjaan Tuhan.

Maka dimulailah GEREJA SIDANG KRISTUS BATAVIA dan Alm Pdt. Timothy Dzao menjadi Gembala Sidang pertama sekaligus sebagai pendiri gereja tersebut.

Ketika terjadi Perang Dunia ke II, Alm. Pdt. Dr. Timothy Dzao sedang berada di Shanghai, sehingga ia tidak dapat kembali ke Indonesia, pelayanannya di Batavia (Jakarta) kemudian diteruskan antara lain oleh Pdt. Lie Beng Tjoan dan Pdt. Jason Linn.

Pada bulan Desember 1942, Alm. Pdt. Dr. Timothy Dzao mulai bekerja di Shanghai dengan tujuan "Pergi ke seluruh bumi beritakan Injil", yang kemudian menjadi motto seluruh Gereja Santapan Rohani Indonesia dan siap melakukan penginjilan dan mengutus hamba-hamba Tuhan ke Indonesia.

Untuk itulah kemudian Alm. Pdt. Dr. Timothy Dzao mendirikan LING LIANG WORLD-WIDE EVANGELISTIC MISSION (LLWEM) yang berpusat di Hongkong. Gereja Sidang Kristus Batavia yang sudah ada di Batavia (Jakarta) menjadi objek tempat penginjilannya. Selama tahun 1943, beberapa saudara dengan pertolongan Alm. Pdt. B.L. Ho yang juga membantu pelayanan Alm. Pdt. Dr. Timothy Dzao mendirikan YAYASAN SIDANG KRISTUS BATAVIA yang berdiri sendiri.

Pada tahun 1949, Ling Liang World-Wide Evangelistic Mission mengutus Pdt. Moses Chow Chu Be dari Shanghai sebagai Missionari pertama ke Indonesia untuk membantu pelayanan Sidang Kristus Batavia dan bertugas sebagai Gembala Sidang.

Pada tanggal 5 Agustus 1950, melalui persetujuan bersama anggota Pengurus Yayasan Sidang Kristus Batavia dilakukan perubahan nama Yayasan Sidang Kristus Batavia menjadi Yayasan Ling Liang World-Wide Evangelistic Mission. Bangunan gedung gereja yang berbentuk rumah tinggal dipugar dan dibangun suatu gedung gereja baru.

Pada tanggal 25 Nopember 1950, gedung gereja yang baru dipersembahkan kepada Tuhan dan tanggal inilah yang sampai sekarang ditetapkan sebagai tanggal berdirinya GEREJA LING LIANG THANG.

Pdt. Moses Chouw Chu Be menggembalakan Sidang Jemaat Ling Liang Thang yang kemudian dirubah menjadi GEREJA SANTAPAN ROHANI TAMANSARI. Tahun 1949 - 1956, dalam masa penggembalaan Pdt. Moses Chouw Chu Be merupakan periode yang penting bagi perkembangan GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA. Selama periode ini ada beberapa hal penting yang harus kita ketahui yakni :
  1. Terdapat sebagian Jemaat yang kurang fasih berbahasa Indonesia, maka pada bulan Juli 1951 didirikanlah Pos Kuo Yu yang kini menjadi GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA KARTINI di Jl. Kartini VI No. 2, Jakarta Pusat.
  2. Tahun 1953, pertama kali GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA TAMANSARI mengutus misinari pertama ke Kalimantan Barat, yaitu Miss LO SOUW WEN, akan tetapi dalam waktu yang singkat ia dipanggil Tuhan karena terbunuh dalam suatu peristiwa. Ini adalah darah sahid pertama GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA. Sekarang ini kita bisa saksikan darahnya yang telah tertumpah tidaklah sia-sia, karena di Singkawang dan sekitarnya nama Tuhan dipermuliakan dan telah membuahkan GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA di sana.
  3. Sesuai dengan motto GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA, maka pada tahun itu pula dibuka Pengabaran Injil di Cikampek, Jawa Barat, kemudian di Karawang, Jawa Barat. Pelayanan ini dilayani oleh Alm Sdr.& Ny. Tan Lie dan Tan Bik Gwan (sekarang berdiam di Australia). Saat ini telah menjadi GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA CIKAMPEK dan KARAWANG yang dilayani oleh Pdt. YOHANES EDDY dan GI REBEKAH LUKAS (istri dari Pdt. Yohanes Eddy).
  4. Dalam usaha untuk memenuhi rencana jangka panjang, Gereja Santapan Rohani Indonesia membuka Sekolah Latihan Pengabaran Injil di Kebayoran Baru, Tetapi saying tidak berapa lama kemudian ditutup. Dari peristiwa ini kemudian berdirilah GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA KEBAYORAN BARU yang bermula dari kebaktian "chapel" mahasiswa Sekolah Latihan Pengabaran Injil. Puji syukur kepada Tuhan, meskipun sudah ditutup selama 20 tahun, tetapi dengan anugerah Tuhan, gedung Sekolah Latihan Pengabaran Injil ini dikembalikan pada tahun 1979. Kemudian dengan visi dan tujuan yang sama dilanjutkan melalui INSTITUT MISI ALKITAB NUSANTARA (IMAN) yang dimulai tahun 1981, yang sekarang dikenal dengan nama SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA IMAN (STT IMAN) yang juga telah berbuah. Periode ini merupakan bagian penting GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA TAMANSARI, karena menjadi dasar bagi pelayanan Gereja Santapan Rohani Indonesia.
Tahun 1956, Pdt. Moses Chow Chu Be berangkat ke Amerika untuk studi dan Alm. Pdt. Timothy Dzao kembali melayani di Gereja Santapan Rohani Indonesia Tamansari dibantu oleh Pdt. Tjung Wie Mie (Pdt. Nehemia Mimery) selama periode 1958 - 1962.

Tanggal 27 Februari 1961, nama LING LIANG THANG dirubah menjadi GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA dan selama periode 1962 - 1971 ini dilayani oleh Alm. Pdt. Timothy Lokananta.

Kemudian Gereja Santapan Rohani Indonesia Tamansari meluaskan pembukaan pos di Bogor pada tahun 1964, di Tomang pada tahun 1969, di Nglames pada tahun 1978, di Citra Garden Jakarta pada tahun 1995, di Duta Bandara pada tahun 1997 dan di Sunter pada tahun 1998.

Periode 1971 - 1976, merupakan perjuangan yang sangat berat yang harus dialami bersama, karena pada masa itu terjadi pergumulan untuk membangun kembali Gereja Santapan Rohani Indonesia Tamansari setelah mengalami krisis pada tahun 1971 (karena Pdt. Sutjiono yang saat itu melayani berselisih dengan Majelis yang mengakibatkan keluarnya Pdt. Sutjiono dari GSRI Tamansari dan pecahnya Jemaat GSRI Tamansari yang sebagian mengikut Pdt. Sutjiono yang kemudian mendirikan Gereja Kehidupan Rakhmani Indonesia/GKRI. Catatan dari penyusun) . Setelah terjadi perpecahan tahun 1971 ini, maka Pdt. John Chung diminta untuk membantu pelayanan di Gereja Santapan Rohani Indonesia Tamansari sebagai Pendeta konsulen bersama GI Joshua Ong yang telah menamatkan studinya di Seminari Theologia Baptis Indonesia di Semarang tahun 1968.

Beberapa Hamba Tuhan lainnya yang pernah membantu pelayanan di Gereja Santapan Rohani Indonesia Tamansari antara lain:
  • G.I. CORNELIUS KUSWANTO (kini melayani di SAAT, Malang)
  • Alm. Pdt. J. SUHENDRA (Gembala Sidang pertama di GSRI Tomang)
  • G.I. RUDDY INDRA KUSUMA (kini melayani di Yaski)
Tahun 1976, G.I. JOSHUA ONG ditahbiskan menjadi Gembala Sidang Gereja Santapan Rohani Indonesia Tamansari dan saat ini telah menyelesaikan program studi S 3- nya di Amerika, serta G.I. DEBORAH MALIK Th.D, yang juga telah menyelesaikan program studi Doktornya di Harvard University, Boston, Amerika.

Tahun 1991 adalah tahun tantangan pembangunan spiritual seiring dengan pembangunan fisik yang telah selesai.

Copyright © 2003 GSRI TamanSari